Suatu Pagi di Kaki Gunung Dempo

Secangkir kopi yang hitam dan wangi

Menemaniku duduk di sini

Apa yang ingin aku sampaikan?

Hari-hari ini terasa aneh

 

Padahal ingin aku bercerita tentang semua yang aku lalui

Tentang hijau kebun teh di kaki Gunung Dempo

Tentang puncaknya yang bila menjelang siang akan tertutup kabut

Tentang sungai-sungai besar dan jurang-jurang yang dalam

Tentang kopi ini, yang mungkin saja bubuknya kan kukirim padamu,

melalui jasa juru pos

 

Kau tahu, aku seperti jatuh hati pada Sumatera Selatan

Aku tak tahu, apakah karena aku telah siap

Ataukah karena kesepian

Aku memang terlalu gampang untuk jatuh hati

 

Apa yang ingin aku sampaikan?

Aku tak tahu

 

-Pagar Alam, November 2011

Palembang, Sumatera Selatan, 5 Juni 2012

“Siapa yang sabar, beruntunglah dia :)”

6 Responses to “Suatu Pagi di Kaki Gunung Dempo”

  1. Romy Says:

    Yang penting kopinya mantap om.. hehe// “)

  2. shavaat Says:

    iya. kopinya orang pagaralam. entah apa bedanya dengan kopi2 dari daerah lain. yang penting nikmat dah. hehe.

  3. SR Says:

    pake tiki saja..
    🙂

  4. ernestina (@nez817) Says:

    coba komen via twitter. tes halo halo..
    “Siapa yang sabar?? beruntunglah dia :D”:mrgreen:


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

«

»
%d bloggers like this: