senin.

Ini pagi hari Senin dengan langit yang sedang mendung. Mungkin sebentar lagi hujan. Bagi sebagian orang, cuaca seperti ini artinya cuaca yang tidak bagus. Dulu waktu kecil, kita selalu heran dengan anggapan seperti itu. Mengapa orang dewasa bilang cuaca hujan itu tidak bagus? Padahal kita bisa mandi hujan, berlari sepanjang jalan, dan berteriak-teriak kegirangan.

Obrolan saya dengan Huda kemarin, membuat saya sedikit berpikir kembali. Apa iya saya tidak bisa menghargai sebuah perasaan? Bukan perasaan Huda, tapi. Huda kan laki-laki.

Pikiran ini melayang ke kota dengan masjid dua menara, sarapan di pojok sebuah simpang jalan, dan potongan pizza.

Mungkin nanti penyesalan akan datang. Sesuatu yang entah kenapa selalu datang belakangan. Waktu selalu berlari, dan kita tidak sanggup bahkan untuk menjegalnya sekalipun.

Palembang, 26 Maret 2012, tiba lebih awal dari hari biasanya

“What is there to know? All this is what it is…”-Eirik Boe dan Erlend Oye

Advertisements

apo kabar wong kito #galau?

Tidak terasa sudah bulan Maret, dan di blog ini sudah berbulan-bulan tidak muncul tulisan yang baru. Ya, tiga-empat bulan belakangan saya sedang sok sibuk. Dan ini adalah akhir pekan paling menenangkan selama ini.

Tugas kantor setengah + dua setengah bulan dan berbarengan dengan skripsi membuat saya semakin kurus. Tapi alhamdulillah, keduanya lancar. Meskipun tidak maksimal.

Kata si Kiki: “Ya, nggak enak juga kalau nggak ada susahnya. Masak gampang sekali. Gak asyik juga kalau nggak ada tantangannya”. Itu kata si Kiki saat saya telepon dia beberapa minggu lalu. Dia juga sedang bikin KTI (karya tulis ilmiah) dan proposal penelitiannya tentang dampak duduk terlalu lama dengan sampel para supir taksi, sempat ditolak taksi bluebird. Syukurlah taksi lendang karun menerima.

Itu kata-katanya saat beberapa minggu lalu, saat saya sedang capek-capeknya begadang dan bolak balik kost, kampus, kantor auditee, juga rumah dosen yang di kilometer 14 itu. Yang bikin sulit karena dosennya susah sekali ditemui. Saya ke kampus, eh dosennya baru saja pulang, atau ke luar kota. Padahal sudah izin sama bos, jadi tidak enak karena malah tidak ada hasilnya. Itu terjadi berkali-kali.

Dan seminggu lalu saya ujian skripsi dan kompre. Lancar jaya. Katanya bulan April wisuda tapi saya galau karena wisudanya wajib dan kemungkinan besar saya hadir sendirian. Tapi saya ingin mengajak Kiki ke sini. Katanya dia ingin sekali ke Palembang lagi, yah, sekalian menemani abangnya ini wisuda. Semoga. Hehehehe.

Palembang, 18 Maret 2012, 23.16 WIB

“Hasta la victoria siempre!”