Honda C70 Itu Bernama Marley (Puisi untuk Marley)

marley

Terima kasih, Marley
Karena bersedia aku kendarai tiap hari
Demang Lebar Daun-Plaju
Senin sampai Sabtu
Mengantarku bekerja dan menuntut ilmu

Terima kasih, Marley
Karena konsumsi bensinmu yang hemat
Juga kenalpotmu yang tidak berasap
Dan mesinmu yang tidak berisik
Mendesau-desau seperti angin membelai rimbun bambu
Sengau seperti kekasih terserang flu

Terima kasih, Marley
Dahulu telah bersedia aku bawa pulang
Tiga-empat bulan yang lalu dari bengkel Mas Pur
Walau lampu sein belakangmu hilang satu
Spion dan legshieldmu entah di mana
Bensin menetes dari karburatormu
Jokmu terlalu tipis
Tapi tidak mengapa
Semuanya bisa diperbaiki sama-sama
Pelan-pelan
Tidak ada yang sempurna, bukan?

Terima kasih, Marley
Karena lampu depanmu yang bundar
teduh jelita
Juga bentukmu yang sederhana namun cantik
Desainmu bergaris halus ternyata tangguh
Terbukti oleh waktu
sejak 1980, tahun pembuatanmu

Terima kasih, Marley
Tidak salah aku memilihmu
Walau karena terbatas kemampuan dompetku
Tapi apalagi yang aku cari?
Benar kau tidak sefuturistik sepeda motor terkini
Benar kapasitas mesinmu hanya 79 cc saja
Benar lajumu maksimal kira-kira 50 km/jam saja

Tapi apalagi yang aku cari?
Kau tidak perlu aku cicil pembayarannya tiap bulan
Kau hemat bahan bakar
Tanjakan Jembatan Ampera bisa kau lalui, pelan tapi pasti
Kau tidak banyak meminta

Terima kasih, Marley
Akan aku rawat dirimu sampai puluhan tahun lagi
Bila umur ini diberi

Palembang, 25 Juli 2010, dari melihat-lihat Kampung Kapitan 7 Ulu
Kuberi dia nama Marley, sebab C70 adalah legenda, seperti Uncle Bob. Tangguh. Dan juga cantik; menurut saya. Cantik kan relatif ya”.

23 Responses to “Honda C70 Itu Bernama Marley (Puisi untuk Marley)”

  1. gerie813 Says:

    bumblebee nya mana?

    • shavaat Says:

      baik2 kabarnya, ger. bumblebee dipakai hudha. kasihan, kalau jalan dari kost2an bisa jadi kurus dia. hehehe.
      kalau dia sudah beli sepeda, baru pakai bumblebee lagi. nantinya si marley cuma buat kuliah, selang seling naik sepeda.

  2. investasi emas Says:

    besar bgt yah jasa si marley,…

  3. Heidy Says:

    Sungguh luar biasa Marley itu…
    Salam kenal buat dy ^^

  4. morinawa Says:

    Kerrreeeennnn….

  5. muamdisini Says:

    untung kau tak menikahi si marley mu itu jhe..abisnya katamu cantik sih..🙂 hehehehe….
    hebat jhe, hebat…
    sepedamu kini kemana?

    • shavaat Says:

      hahahaha. iya. sebenarnya, puisi itu dua makna. kayak; ‘balikin’nya slank, dua makna.

      sepeda sedang dipinjam kawan. menunggu dia rapelan dan beli sepeda.

  6. iyok736 Says:

    aah…akhirnya punya kawan serupa yang punya C70…

    memang hemat kawan…meskipun kadang rewel…hehehehe

    • shavaat Says:

      hehehe. impian sejak kuliah dulu, om. dulu, kalau sama petot, yang diobrolin sering motor ini. kami benar2 tergila2 sama doi.

      sekarang sudah ga rewel lagi. sudah ganti karbu. lancar jaya.

  7. ghea Says:

    woow, marley lebih klasik dari bayangan saya kak. salam buat marley. kasih marley asupan vitamin yang cukup, biar kuat nanjak🙂

    • shavaat Says:

      kata kawan kantor, marley memang seklasik orang yang punya. kekeke.

      iya, nanti disalamin…
      kemarin2 pakai pertamax, lama2 mikir juga mahal. lagipula, marley pakai pertamax sama kayak orang tua disuruh minum pocari sweat. beda generasi…

  8. Dosko Says:

    hasta la viesta siempre-nya kok gak dibahas?

    • shavaat Says:

      puisi ini dibikin sebelum stiker hasta la victoria siemprenya ditempel, pak. kapan2 diceritakan. terinspirasi sama bycicle diarynya ernesto. hehe.

  9. Iib Jadul Says:

    wah mas…. sebagai sesama orang palembang… n penggemar c70… saya menganggumi anada dan marley nya…. lam kenal mas

  10. andy727 Says:

    manteb Je…
    jd pengen ngasih nama motor bututku jg, walopun blm setua si Marley tp cukup melegenda n tlh menemaniku sejak SMA,
    mw bikinin puisi jg, tp g jago merangkai kata2, buatin donk Je,
    hehe…

    • shavaat Says:

      jadi siapa nama motor bututnya, mas?
      atau kayak si een yang kasih nama sepedanya mariana renata. ckckck.

      hehehe. bikin puisi sambil lihat hujan gitu, mas. atau pas lagi galau. pasti jadi deh. hehe.

  11. Kolonel_Olahraga Says:

    Seumuran sama lensa saya😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: