keajaiban dunia di jambi

Sebegitu pentingnya keajaiban itu. Sampai-sampai Selly jauh-jauh dari Tangerang naik pesawat ke Jambi. Itupun sebetulnya tiketnya sudah telanjur dibeli untuk ke Bengkulu. Akibat mengubah tujuan perjalanan itu, tarif tiketnya menjadi mahal setengahnya.

Sebegitu pentingnya keajaiban itu. Sampai-sampai Ren tahan naik bus semalaman dari Solok, Sumatera Barat sana, walau tidak bilang-bilang awalnya. Juga Hudha datang juga dari Palembang, lima jam perjalanan travel ke Jambi, pakai biaya sendiri. Pun saya juga datang dari Lubuklinggau, enam jam perjalanan ke Jambi, juga pakai travel. Travel berjenis Kijang Innova yang sudah diekspor ke India dan muncul di film The Three Idiots.

Keajaiban dunia itu adalah… Bang Adit menikah!

Apakah sebabnya sehingga ada juga yang mau menikah dengannya?

Jadi, ketika kami makan malam bersama, yang hidangannya disiapkan oleh istrinya, Bang Adit bilang kalau perempuan itu senang kalau ditipu. Entah benar atau salah teorinya. Tapi sang istri, Mbak Wulan yang orang Jambi itu, cuma senyum-senyum simpul. Ya Allah, semoga Mbak Wulan akan sadar nantinya bahwa dia ditipu. Namun, sadarnya di akhirat saja, biar keduanya bisa hidup di dunia ini dengan tentram, bahagia, dan penuh rasa kasih sayang. Amin.

Tapi, Bang Adit, jangan dilihat luarnya. Dia orang yang baik. Pernah saya dihadiahi jam tangan merek swiss army, yang dibeli sama Selly dan Sebastian di Plasa Bintaro, dan dipinjam sama Steven Damanik untuk dibawa ke Semeru. Biar keren, kata Steven.

Selepas acara pernikahan itu; di Sabtu malam yang sedikit mendung itu, kami tidak ke mana-mana. Ren, Hudha, Selly, dan saya, hanya mengobrol saja di mess Perwakilan Jambi. Mengobrol apa saja; tentang kabar teman-teman, tentang suasana baru di tempat baru, tentang rencana mau ke mana. Sudah lama sekali kami tidak mengobrol seperti ini. Ren punya kaos yang bagian depannya bergambar siluet wajah seorang tersangka kasus korupsi yang sedang terkenal. Di bagian belakangnya ada tulisan seperti ini: I’m Tax Officer, I’m Not a Corruptor. Sangar. Selly sepertinya tetap suka icip-icip makanan dan dia jadi penerima tamu di acara siang tadi. Sedang Hudha, tak pernah absen telpon-telponan tengah malam; sama anak Institut Pertanian Bogor yang mungkin juga tertipu oleh dia. Seperti tiada bosan-bosannya.

Awalnya, Ernest juga berencana datang ke Jambi, dari Liwa. Tapi entah ada apa, dia tidak jadi datang. Pasti ada hal yang teramat penting, hingga kami juga tidak enak menanyakan langsung padanya. Nanti biarkan Ernest bercerita apa gerangan itu.

Oh, ya, apa kado yang kami berikan untuk Bang Adit dan Mbak Wulan?

Kadonya berupa kasur angin; hasil hunting oleh Hendi, Selly, dan Rian. Hasil urunan angkatan 2007: Hendi, Isma, Selly, Noe, Alvin, Ernest, Wira, Akbar, Rian, Tomy, Eka, dan saya, termasuk juga biaya tiket pesawatnya Selly. Juga ada dua plakat kenang-kenangan. Satu berupa ucapan selamat dari angkatan 2007 dan satu lagi berupa plakat bergilir, tertulis 14 nomor berurut untuk diisi bagi siapa yang baru menikah. Untuk sementara baru terisi nama Bang Adit di urutan pertama. Ayo, siapa yang ingin mengukirkan namanya di urutan selanjutnya? 😀

Oh, ya, tulisan emboss di plakat bergilirnya begini:

“Plakat ini adalah tanda kehormatan bagi anak Stapala Angkatan 2007 yang menikah. Disimpan oleh siapa yang menikah dan akan diserahkan secara bergilir kepada siapa yang menikah selanjutnya.

Menikah adalah sebuah bukti cinta, tanda keberanian dan mental baja, serta keren. Bila banyak gunung yang telah didaki, sungai-sungai telah banyak diarungi, tebing-tebing telah diraih, dan gua-gua terdalam telah ditelusuri, akan lebih lengkap bila mengisi nama di bawah ini. Yuk, mari kita isi”.

foto bersama

semoga bahagia. amin...

plakat ucapan selamat dan plakat bergilir dari angkatan 2007

plakat begilir dan plakat ucapan selamat dari angkatan 2007

Palembang, 22 Juni 2010

“Di hari yang sama; Fadjrin dan Septiana menikah di Jogja. Juga Andika dan Tika sedang lamaran. Dua pasangan ’inses’ istilahnya; sama-sama anak Stapala. Semoga lancar dan bahagia”.

Advertisements