n-i-k-a-h

“Poda si ne’e diwekiku, Amania.

Hanta ca da pu uma ma sampuru dua ri’i.

Na ini mbua si ri’ina kuhaju ka’a sara’a.

Na ciwi mbua rau si, mada ku londo rai….”

(Sodi Angi, Jhoni Keke)


Itu lagu yang romantis. Tentang dua insan yang saling menanyakan rasa sayang mereka. Tidak sekedar kata-kata cinta, tapi tanggung jawab. Ya, tanggung jawab seorang laki-laki untuk meminang wanita pujaannya.

Judulnya Sodi Angi. Lagu yang bila didengarkan jauh di sini; seketika membawa pikiran menuju kenangan tentang kampung halaman. Bukan karena ada kisah cinta atau semacamnya. Tapi dulu sekali, lagu iniย  sering diputar di radio, di toko-toko di Pasar Atas, di angkot-angkot,ย  juga selalu dinyanyikan di acara-acara pernikahan. Mendengarnya kembali seperti membuka slide-slide kenangan di sana; sebuah kabupaten kecil yang dikenal dengan Gunung Tambora, kuda-kuda, dan padang sabana.

Tapi, seorang kawan tidak menganggap lagu ini romantis. Dia bilang, Sodi Angi itu lagu tentang perempuan yang matre. Perempuan yang hanya mau menikah bila sudah disediakan sebuah rumah panggung bertiang dua belas. Masa-masa itu, jarang yang memiliki rumah panggung bertiangkan dua belas (sampuru dua ri’i). Dan lagi, rumah itupun mesti direnovasi, dibuatkan selasar sebagai tempat musyawarah keluarga untuk persiapan pernikahan. Sungguh syarat yang berat.๐Ÿ™‚

Itu pendapat dia. Mungkin berbeda bila sudut pandangnya berbeda. Perempuan dalam lagu Sodi Angi mensyaratkan rumah panggung bertiangkan dua belas. Ini tentu tidak ringan. Tapi,ย  yang disyaratkan adalah sebuah rumah; tempat tinggal bersama, tempat bernaung untuk keluarga yang kelak dibina. Bukan semata untuk perempuan itu sendiri.

Saya jadi sok tahu begini.

Perempuan itu tidak mensyaratkan gaun-gaun yang cantik atau perhiasan untuk dia sendiri. Meski, si laki-laki pun menjanjikan perhiasan yang indah untuknya, di syair sebelumnya. Karena bagi sebuah keluarga,ย  rumah itu wajib ada. Entah milik pribadi, ataupun menyewa. Jadi, tak apa ‘kan menyewa rumah, tapi rumah panggung bertiang dua belas? Atau tiangnya lebih sedikit, bertiang sembilan atau bertiang enam, tapi milik sendiri? Atau biarpun menyewa dan bertiang sembilan atau enam, namanya tetap rumah, kan? Namun, dari ketiga-tigaย  pilihan solutif ini, si perempuan mau tidak, ya?๐Ÿ™‚

Sepekan yang lalu, ada empat teman saya yang menikah. Semuanya satu angkatan di kampus, juga seangkatan di pusdiklat Kalibata. Keempat-empatnya menikah di hari yang sama, dua pernikahan di hari yang sama. Saya sangat senang mendengar kabar ini. Sebelumnya, beberapa bulan yang lalu, sempat tidak menyangka juga. Padahal kata orang, cinta itu sama seperti batuk, tidak bisa disembunyikan. Mereka begitu pandai menahan batuk, hingga kami seangkatan tidak banyak yang tahu, sampai undangan itu resmi dipublish ke khalayak ramai. Selamat untuk Ainal-Ratna dan Aji-Wulan, semoga menjadi keluarga yang tentram, bahagia, dan penuh rasa kasih sayang.

Kata orang, pernikahan itu indah. Ada teman hidup yang sama-sama berbahagia, saling memberi kebahagiaan, dan berusaha membuat pasangannya bahagia. Ada teman hidup sebagai tempat berkeluh kesah bila punya masalah. Ada teman hidup yang berjuang bersama menggapai cita-cita. Semuanya yang membuat banyak orang menyesal telah menikah, menyesal tidak menikah dari dulu.

Katanya juga, pernikahan itu bukanlah hal yang sederhana, bukanlah hal yang mudah. Hidup tidak selalu menghadapi hal-hal yang manis, tapi selalu ada kenyataan yang pahit. Berpuluh-puluh tahun hidup bersama orang yang sama. Apakah keduanya selalu bisa mengerti perasaan pasangannya? Apakah keduanya tidak bosan? Apakah keduanya selalu setia, karena fisik, kecantikan, ketampanan, itu tidaklah abadi?

Saya jadi membicarakan hal yang tidak saya tahu secara pasti. Karena belum menikah, jadi tidak tahu rasanya seperti apa. Tapi, boleh ‘kan bila sudah memikirkannya? Karena Sang Nabi memerintahkan bagi pemuda-pemuda yang mampu untuk segera menyegerakan. Tapi tidak sederhana ternyata. Mesti banyak belajar. Belajar dari siapapun.

Ehm, bagaimana dengan teman-teman; apa pendapat teman-teman tentang pernikahan? Syarat-syarat calon istri atau suami idaman itu seperti apa, ya? *ini dalam rangka belajar :-)*


Demang Lebar Daun Palembang, 29 Juli 2009

Kalau ada yang akan menikah, jangan lupa kirim-kirim undangan, ya…๐Ÿ™‚

(nb: buat yang pingin denger lagu Sodi Angi, donlod saja di sini)

38 Responses to “n-i-k-a-h”

  1. ghea Says:

    meeeh,, sepertinya hidup di palembang dalam kesendirian *ciih, bikin ka nouris jadi pengen cepet2 kawin.. hehehe

    pertanyaan terakhir kayanya lebih bagus ditanyain ke bapak ibunya ka nouris sendiri yang sudah berpangalaman.๐Ÿ˜€

    semoga cepet2 dapet calon kak, undangan ke ciledug di tunggu.. hehe

  2. Heidy Says:

    syaratnya yg penting dy laki-laki ato wanita yg sholeh/a, i.allah smuanya akan baik:)

  3. marshmallow Says:

    hehe… udah kepengen tapi masih ragu, ya?
    jangan terpancing, shavaat. katanya nikah itu enaknya hanya di malam pertama aja.
    selanjutnya?
    enak sekali!
    hihi… katanya lho…

  4. shavaat Says:

    @ghea: nggak ya, hidup di palembang ga sendiri, kok. tapi bareng ratusan ribu warga palembang. hehe.
    dari ortu juga belajar. nah, tulisan ini biar belajar dari orang lain juga…

    @heidy: sip… *cari di mane ya? ha3*

    @marsmallow: ha3. begitu ya, uni? ini mah makin terpancing namanya…

  5. nana Says:

    blognya baguss ….๐Ÿ™‚

  6. asri Says:

    lho kirain shavaat yg mw pamer undangan nih๐Ÿ˜€

  7. shavaat Says:

    @nana: trima kasih… trima kasih telah datang berkunjung…

    @asri: ha3. nggak, asri. belum…

  8. Roshi Says:

    syarat nya…eeemmmm…..klo saya sich yg tanggung jawab, bisa jadi imam yg baik buat semua umat plus sayang banget ma kluarga…hehehehe….standar tapi muluk…

  9. muamdisini Says:

    hahaha…kau makin iri dengan ulah kawan-kawan yang telah mendahului yah….
    cari dulu at…atau justru sudah banyak yg mengantri ingin “menikahimu”?…hahaha…
    duh..benar juga ya,,semakin lama umur yang semakin mengejar kita,jadi hal-hal seperti ini sudah mulai harus dipikirkan masak-masak…
    btw, trims sudah mengingatkan…

  10. shavaat Says:

    @roshi: sip… iya itu, stadar tapi muluk… hehe

    @muam: benar, am, iri saya. haha, ngantri ingin nonjok kali. sip, am, tapi belumlah tua, am, masih punya kesempatan untuk membenahi diri agar berani menantang badai, mendaki puncak2 arga, menyusuri gua2 terdalam, ‘mengebom’ dinding2 di kota, dan melamar gadis pujaan hati. hahaha

  11. muamdisini Says:

    wah..senangnya..kau masih bisa mendaki puncak2 arga, menantang badai, menyusuri gua2…
    kalau mau begitu, ikut audit PDTT aja at…kayaknya lebih banyak bertualang deh…hehehe…
    ajak2 dong kalo mau bertualang…

  12. wi3nd Says:

    itu la9u daerah ya?sualna aku belum pernah den9er๐Ÿ˜€

    slamad wat temen2na semo9a menjadi kel.samara,amien..

    setiap individu pati punya kriteriana masin92 yaa vat,jan9an risaukan ke idealan vaat yan9 pentin9 jika dirimu suda merasa nyaman den9annya,klik beres,abis klu pake syarat2 tertentu malah nda jadi jadi heheh
    its just my opini๐Ÿ™‚

  13. heidy Says:

    Ndak usah di cari, dy ada dan akan datang sndr kawan..

  14. Black_Claw Says:

    MATRE!!!

    *keukeuh*

  15. Rigih Says:

    kunjungan perdana…
    gampangnya (dan selamatnya) ambillah dari Nabimu…
    wanita dinikahi karena 4 perkara …. nikahilah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung…

  16. nia Says:

    wah,hebat…sudah memikirkan ‘nikah’.
    udah mau nyusul,ka?he3

  17. mrs.children Says:

    boleh banget kok udah mulai memikirkan tentang pernikahan๐Ÿ˜€ hehe gak ada larangan di umur2 ini.. *sok tau* (eh, emg shavaat umur berapa ya?)

    pendapat saya tentang kriteria calon suami ato istri idaman itu yah..(bener kata Heidy) yaitu yang soleh dan soleha.. karena kriteria 2 calon ini, konon pernikahannya awet langgeng dunia sampe akhirat (insya Allah nyampe surga) hehe..

    tapi berhubung ini juga pendapat saya yg notabene masih dalam rangka belajar yah… :p

    btw, klo shavaat dah mo marriage, ditunggu juga ya undangannyaa~:mrgreen:

  18. kucingkeren Says:

    ada tiga kriteria : Love, trust, and pride. kalo kita atau si dia gak punya tiga rasa itu, mendingan lupakan saja..๐Ÿ™‚

  19. muamdisini Says:

    shavaat benar2 ingin nikah ya?…
    mana tulisanmu yang lain at…aku menunggu…๐Ÿ™‚

  20. oRiDoโ„ข Says:

    inti dari pernikahan adalah SALING berbagi dan SALING menerima..
    cukup itu aja, kalo ngga SALING… bakalan repot deh..๐Ÿ˜‰

  21. wipy Says:

    trus ente kapan je?
    bolehkan nyindir dikit seperti Nabi SAW
    yaa ma’syarosy syabaab, manistatho’a minkumul ba’ah fal yatazawwaj…
    “ba’ah”, kata Imam Shon’ani dalam Subulus Salam itu artinya sama dengan jima’. jadi bisa dikatakan “yaa ma’syarosy syabaab, manistatho’a minkumul jima’ fal yatazawwaj…”
    hayo semangat je…
    apa butuh bantuan?

  22. muamdisini Says:

    kawan..kamu saya kasih award…silahkan cek ke TeKaPe..
    http://duniamuam.blogspot.com/2009/08/award-pasopati-award-perayu-backlink.html

    okeh…๐Ÿ™‚

  23. shavaat Says:

    @muam: sekarang susah lagi bertualang, am. susah cari waktunya. ini lagi ikut PDTT, audit jamkesmas. malah hampir tiap malam begadang. jangankan jalan2, waktu buat santai2 saja sulit. hehe.
    moga2 bisa jalan2 lagi…

    @mbak win: iya itu lagu daerah dompu. judulnya sodi angi. bahasanya pasti ga ada yang ngerti ya?
    hmm, yang diklik itu belum ada. hahahaha…

    @hedi: laki2 fitrahnya mencari. perempuan fitrahnya menunggu. karena laki2, jadi sy mesti mencari. enak mah kalau bisa datang sendiri…

    @black: begini jawaban si cewek: “saya bukan matre. tapi saya realistis!”. nah, mau dijawab apa, blek? hahaha

    @bung rigih: memang harus karena agamanya ya, bung. itu pasti pertimbangan paling utama.

    @nia: iye, mikirnya sih sekarang. entah praktiknya…

    @mr children: umur sy berapa ya? hmm, baru 18+. plusnya itu berape tahun. haha.
    oke. sarannya diterima. wuih, sampe surga…

    @kucing keren: sip. hahay, makin banyak nih referensi…

    @orido: sepertinya bung sudah berpengalaman ya. hmm, saling berbagi, saling menerima…

    @mas wipy: ntar mas, bantuannya klo sudah buntu. sekarang pake usaha sendiri.
    tapi setelah menimbang2, sy mesti kembali ke prioritas sy dulu: membahagiakan orang tua. karena saya takut, kalau rasa sayang untuk mereka bisa terbagi secara tidak adil, atau bahkan terlupakan. toh, umur Nabi menikah itu, 3-4 tahun dari umur ini sekarang…

  24. Daris Says:

    lagunya mantubs Jeck

  25. syelviapoe3 Says:

    untuk kedua kalinya THEME yang kita gunakan sama, shavaat…
    What a coincidence !!๐Ÿ™‚

    Itu lagu daerah mana, shavaat ? NTB-kah ? Bima ?..Padang sabana ….??

    Sy sepakat bahwa pernikahan tidak hanya berisi keindahan…pernikahan itu ibarat satu paket kehidupan yang komplit dan rumit. Namun, ia bernilai ibadah ketika kita meniatkannya untuk mencari keridhoan Allah SWT

    terus terang sy sendiri belum menikah dan ‘belum layak’ untuk share…..

    Tapi menurut sy…jika kita merasa sudah siap..kenapa harus ragu untuk mengambil keputusan itu ? *i mean nikah*

    Jadi, jangan ragu-ragu, shavaat !!๐Ÿ˜†

  26. w3nd Says:

    heluuwww…๐Ÿ™‚

    telaaad ban9eed yaa,tapi nda papa wes..
    mohon maaf lahir dan bathin ya shavaat..

    masih mudikkah?

  27. shavaat Says:

    @mas daris: yoi, pak. arti lagunya juga mantap, penuh makna. makasih, pak…
    @mbak putri: iya, itu lagu dari bima/dompu. padang sabana di pulau sumbawa.
    hehe, bukan masih ragu2, mbak. memang belum saatnya sepertinya. ingin membahagiakan orang tua lebih dulu. ntar kalo nikah, bisa2 lupa sama orang tua. hehe
    @mbak wiend: sama2, mbak. mohon maaf lahir bathin juga. alhamdulillah, sudah selesai mudiknya. ini sudah kembali ke palembang…

  28. andyhardiyanti Says:

    pas banget dengan mesej yang aku kirim di fb.
    hihi~

  29. iyok736 Says:

    Jhe….Februari 2010…awas klo kamu ga dateng ke nikahanku!!! wkwkwkwk….

    Jika memang penempaanmu sudah dirasa cukup oleh Alloh…pasti bakalan dikasih dah…ga perlu lah engkau keliling dunia…

  30. 57 24hm4 Says:

    Me n-i-k-a-h…

    Harus jelas tujuannya Apa..

    Misalanya :
    1.mau menikah karena pengen kaya,,,carax yah cari orang kaya,,
    2.Mau menikah karena si dia cantik atau ganteng ,,klo tujuannya yg ini maka minta kita hrs sm ALLAH agr waktu d hentikan,,
    2.Ingin menjalankan sunnah dan mendptkan ridho ALLAH ,klo tujuannya yang ini maka tidak Ada cara lain selain mencontoh Rasululullah shallallahu Alaihi Wa salam..

    Wallahu A’lam

  31. teenz Says:

    jangan lupa kirim undangan bang…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: