Konsekuensi Cinta

Kau ingat saat-saat itu?

Saat-saat yang kau bilang tak ‘kan pernah terlupa olehmu

Saat-saat ketika kulihat rona merah di pipimu

Saat-saat ketika dadaku membuncah

Karena benih-benih cinta ini begitu indah


Aku tahu kebahagianmu lebih mencemaskanmu

Kau cemas bahwa kebahagiaan ini

akan hilang darimu

Aku maklum,

karena itu adalah naluri alami

dari makhluk anggun sepertimu


Aku hanya bilang:

”Aku cinta padamu”

Namun tidak kah kau sadar,

apakah makna dari kata-kata itu?

Ataukah kau telah menyadari,

hingga inilah yang membuat hatimu cemas?


Aku sendiri tak yakin mampu,

menanggung beban ucapanku


Ketika aku bilang aku cinta padamu

Maka sejak itulah aku harus rela bahwa kedudukanku

menjadi pemberi, yang tidak mengharap pemberian

Sejak itulah aku harus rela untuk memberikan perhatianku kepadamu

Sejak itulah aku harus rela untuk merawatmu dengan segenap kasih sayangku

Sejak itulah aku harus rela untuk selalu melindungimu

Sejak itulah aku harus rela memberikan kesetiaanku kepadamu


Tapi ini begitu berat, Sayangku

Konsekuensi kata-kataku begitu berat

Aku sendiri tak yakin mampu

Menanggung beban ucapanku


M N Juna Putra

13.00 WIB, Kalimongso, Enam September Dua Ribu Enam

Dibuat di siang hari yang panas; yang sanggup membuat kipas angin nyaris tiada berguna, di sebuah kamar kos sempit, oleh pemuda yang berlagak menjadi seniman

22 Responses to “Konsekuensi Cinta”

  1. shavaat Says:

    *melankolis mode: on*

  2. Black_Claw Says:

    DAMN YOU STOLE MY PERTAMAX!

  3. conandole Says:

    brovo…….

    kereeeeennnnnn euy…..

    hahaha

  4. cingi_canga Says:

    kenapa akhir2 ini pada mendadak melankolis??
    irvan keknya harus bertanggung jawab!!!
    shavaat: he3… Entah, jadi melow begini…

  5. nia Says:

    kata-kata “aku cinta padamu” memang berat…
    shavaat: kalaulah diucapkan, semoga tidak kehilangan makna…

  6. nestina Says:

    bro..
    tak kuduga dirimu bisa mengucap ‘tiga kata’ itu, hehe…
    cinta memang berat, seperti naik gunung
    love is adventure, like life is..
    haha..
    _seperti mendapat pembenaran dari tulisan diri sendiri_

    shavaat: Puisi itu ga diangkat dari pengalaman Nez, cuma bayang2 saja. Belum diucapin. Belum terjadi (moga2 akan terjadi, h3)

  7. heidy Says:

    Katanya sanguis??? mana? kok jadi melow??
    hahahaha…:)

    shavaat: yah kadang-kadang…

  8. rahma Says:

    wahhhh,puisnyai indah ,sederhana tapi sarat makna.

    shavaat: sederhana itu indah

  9. nestina Says:

    oh gt yah, turut mendoakan deh..
    pas baca ini, nez mbayangkan ada di pihak perempuan
    krn bagi kami, laki2 adl mkhluk yg paling susah mengungkap perasaan dalam kata2, [benarkah?] bca The Male Brain, Man are from Mars, dkk…

    shavaat: mungkin bagi sebagian laki2, karena konsekuensi kata2 itu Nez, jadi nggak diungkapkan perasaannya. Lagipula, apalah artinya kata-kata, yang penting perbuatan, bukan?!

  10. heidy Says:

    Kambuhan:)

  11. geri813 Says:

    blum telat kan klo aQ ikut kasih komen..

    Bo : Uje-quw
    ga nyangka.. ^_’
    ternyata..
    aQ blum sepenuhnya kenal kmu kayaknya..
    hwahahaha..
    salut,je..
    keren..
    sekali ne lihat kmu jd manusia normal,,hehehe (bcanda,je..)

    “setiap orang normal pasti pernah jatuh cinta,ger”
    jawabmu atas prtanyaan mas yoyon entah kapan dulu..
    -bner ga kata2nya?-

    okey,je..
    aQ nantikan kenormalanmu brikutnya..
    ^_^

    shavaat: Ya, setiap orang normal pasti pernah merasakannya. Beberapa tahun ke depan, kalau Tuhan mengijinkan, kawanmu ini pasti membuktikan. Yah, mungkin masih seperti sekarang: ga punya pacar, tapi… punya istri, Ger *he2, saya sedikit mual*

  12. nyanyianrindu Says:

    Salam kenal juga bang.
    Looks from tempat ditulisnya , abang sepertinya alumnus STAN yach?
    Salam kenal juga dari saya…

    Semoga mereka yang mengobral kata2 CINTA, akhirnya benar2 diberi pemahaman bahwa CINTA adalah sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan.

    shavaat: Salam kenal juga… Ya, Kalimongso; kawasan kos anak2 STAN🙂. Tapi belum jadi alumnus sekarang, masih kuliah.
    Cinta*aih, lagi2 nulis kata ini*, tentulah ada tanggungjawabnya. Tidak hanya kata saja; kalau hanya demikian, tentulah tiada istimewanya…

  13. iyok736 Says:

    Hahahaha….

    Nanti di gunung saja kita bahas…
    Itulah mengapa “tiga kata” itu susah sekali keluar…

    Tapi kayaknya bakal sering kluar klo dah punya istri nanti, hehehehe…
    Jadi inget lagunya Ronan Keating;

    “…So I made a promise to myself
    To say each day how much she means to me
    And avoid that circumstance
    Where there’s no second chance to tell her how I feel

    So tell that someone that you love
    Just what you’re thinking of
    If tomorrow never comes”

    Tp buat istri tentunya…hahaha…

  14. r4hm4 Says:

    puisina keren euy
    sederhana tapi dalam

  15. Tyo'798andreX Says:

    ngucapin 3 kata itu aja emang susah banget Je,,,,,,,
    pa lagi konsesekuensinya,,,,

    moga peristiwa yang barusan aku alami, menandakan kalo aku memang belum mampu menanggung konsekuensi itu….
    Semoga……
    sampai mampu…
    dan mendapatkan yang terbaik


    shavaat: Sabar ya Drek…Begitulah wanita, susah dimengerti. Tapi, seperti kata The Pandal; masih ada 3 miliar 21 di dunia ini, kali saja ntar dapat yang terbaik. Walaupun–saya mengerti–dia satu2nya di dunia ini. Anggaplah belum rejeki, dan belum saatnya…
    *eh, Pupus-nya Dewa sudah dihilangin belum dari playlist kompos? Sedih saya mendengarnya. Mending stel Naluri Lelaki-nya Samsons saja, h3*
    *SOTOY MODE:ON*

  16. iyok736 Says:

    Bandrex ga ikutan nonton acaranya Pak Mario Teguh di Golden Ways se… Yang tema kmaren Jhe, Power of Love, ahahahaha…

    @ Bandrex…
    Jika kamu (kita) berbuah lebih baik dari ke hari, maka kebaikan-kebaikan lain akan mengikuti dan semakin mendekati. Contohnya?? Ya…salah satunya calon istri gitu…
    Hehehe…smangadz, Drex!!

  17. tyo'798andreX Says:

    Makasih Je….Mas Iyok
    cukup sehari kok pupusnya Dewa terdengar di telinga aku

    sekarang lagi suka lagunya DaveCoz,,,Togather Again…..semoga jadi penyemangat hidup aku lagi, walaupun aku sudah gak berharap demikian lagi.

    semangath!!!!!!
    for better life,,,,,,,,,,……..

  18. Nina Says:

    “aku cinta padamu” ternyata seberat itu untuk diucapkan ya..😀
    *pengalaman pribadi*

    shavaat: mungkin; bila setiap kata2 harus dipertanggungjawabkan..

  19. ~Nur'Aini~ Says:

    ikutan nimbrung…

    wah kata-katanya berat ni puisi….

  20. Humairah Says:

    =)…=)
    Puisinya keren..😀

    Tapi kalo untuk yang satu ini no comment dah.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: