Alivia

Alivia

“Aku tidak mungkin mengubah warna perasaan yang sudah ada ini ke warna lain. Aku bukan jenis orang yang tidak memiliki prinsip. Jika aku tidak bisa memiliki kamu, akan menjadi siksaan setiap kali aku bertemu”

Judul: Alivia

Penulis: Langit Kresna Hariadi

Penerbit: Tinta Jogjakarta

Tahun: 2004

Harga: – (pinjaman dari Denny)

Sudah terlalu lama sebenarnya, tapi berhubung kelas saya di kuliahan lagi senang-senangnya baca novel dan ini dianggap novel yang lumayan bagus hingga dipinjam-pinjam, jadi saya tulis saja di sini. Ini salah satu novel karya Langit Kresna Haryadi. Alivia diangkat dari kisah nyata, berkisah mengenai seorang gadis dari Kepulauan Riau yang merantau ke Jogjakarta untuk melanjutkan pendidikan. Novel tentang perasaan, idealisme sebagai perempuan, dan keniscayaan bahwa perempuan dan laki-laki memang ditakdirkan untuk saling melengkapi.

Daripada membaca novel-novel penuh kebencian, kisah penghianatan perempuan, atau ketidaksetiaan laki-laki, saya lebih suka membaca novel yang seperti ini. Walaupun kisah-kisah memiriskan hati itu sering terjadi dan menunjukkan fakta sebenarnya dalam masyarakat kita. Di luar sifat-sifat buruk manusia—perempuan dan laki-laki—saya lebih suka memperhatikan kenyataan bahwa perempuan itu banyak sekali yang mampu bersikap anggun, dan laki-laki itu tidak sedikit yang baik hati. Berpikir tentang kebaikan sifat manusia akan menjauhkan prasangka berlebihan, meringankan beban pikiran.

Tokoh utama, Novi Wulandari, adalah seorang gadis remaja yang baru saja lulus sekolah menengah. Sosoknya digambarkan sebagai gadis yang pintar, finalis putri kecantikan, dan keras hati. Sebab keanggunan parasnya, dia menjadi idola di fakultasnya, cepat sekali terkenal, dan tidak sedikit mahasiswa hingga dosen laki-laki yang tertarik hati padanya. Pembaca akan dibuat kagum dengan sikapnya terhadap laki-laki yang berniat tidak baik: mahasiswa yang menyombongkan hartanya–yang menganggap cinta bisa dibeli dengan uang– dibuat malu dengan mengembalikan barang-barang hadiah yang satu mobil taksi jumlahnya, dosen yang kurang ajar dibuat kesakitan dan terbanting keras di dinding oleh sebab sebuah jurus bantingan judo . Dia memang bukan gadis biasa.

Berawal dari dosen kurang ajar—yang terbanting di dinding—yang memberikan nilai rendah seenak hati. Novi yang bertekad lulus summa cum laude tentu saja tidak terima, karena merasa telah mengerjakan ujian dengan sebaik mungkin. Tentu hal ini disengaja, bahwa dosen tadi tidak terima atas sikap Novi yang tidak menganggap dirinya. Gadis keras hati ini tidak bisa digertak. Surat protesnya langsung menembus rektorat, dengan dukungan ratusan mahasiswa yang segera saja melakukan unjuk rasa, menuntut dosen tidak tahu diri tadi untuk mundur. Karismanya begitu berpijar; membuat mahasiswi-mahasiswi lain—yang mengalami pengalaman serupa—turut angkat bicara. Kasus ini telah merambat pada masalah perjuangan kaum perempuan.

Semua mengalir begitu saja. Novi kemudian menjadi wakil direktur sebuah LSM pembela hak perempuan. Kedudukannya ini membuat dia sedikit terlalu curiga terhadap laki-laki. Gelorawan Nabastala, seorang pria sopan, baik hati, gagah, bekerja sebagai pilot Garuda Indonesia, dambaan perempuan, dibuat patah hati karena lamarannya ditolak—bahkan caranya sedikit aneh, lewat tulisan Novi di koran. Ini semata-mata karena Nabastala salah mengucapkan—mungkin tidak berpikir sejauh itu—bahwa salah satu kewajiban suami kepada istri adalah memberikan nafkah batin, sebuah jawaban yang menurut Novi merendahkan martabat kaum hawa.

Kisahnya menjadi rumit karena Novi—aktifis pejuang hak perempuan ini—hamil tanpa adanya pernikahan, tanpa adanya suami. Ini berangkat dari sebuah kelemahan wanita, yang terlalu menuruti perasaan, bahkan hanya menuruti mimpi yang berulang-ulang saja. Saya tentu saja tidak mengetahui bagaimana tekanan psikologis dalam posisi seperti ini, tapi untuk sekedar menghindari pertanyaan kerabat dan orang tua di kampung halaman, tentu bukanlah sebuah hal yang sederhana.

Di novel ini pembaca bisa mendapati orang-orang brengsek, juga orang-orang yang berhati mulia tiada terkira. Tentang nafsu semata dan ketulusan cinta. Tentang keburukan pikiran, tentang kemurnian hati. Termasuk juga kata-kata penuh makna dari tokoh-tokohnya; khas Langit Kresna Haryadi.

Novel ini cocok untuk masuk ke dalam daftar bacaan yang sarat pelajaran. Buat saudari-saudari untuk semakin berhati-hati; berhati-hati menjaga diri. Buat saudara-saudara—juga saya sendiri—untuk bisa memilih menjadi laki-laki berhati buaya atau laki-laki yang mulia hatinya.

16 Responses to “Alivia”

  1. conandole Says:

    boleh juga rekomendasinya…..

  2. heidy Says:

    Makasih:)

  3. shavaat Says:

    @Aang: baca ini jadi ingat Libby, Ang. Novel yang saya baca di kosanmu dulu…
    @Heidy: ya, sama-sama

  4. r4hm4 Says:

    boleh juga untuk di baca..nt deh cari di gramed..makasi infonya

    shavaat: Sama2..Masih ada di gramed itu buku (biarpun udah tahun lama..)

  5. lyela Says:

    good-good only lah..

  6. alexandro suripto pevito Says:

    aku juga dah baca novelnya mas, keren banget…….. malah nie rencana aku ma temen2 mo nyadur novel alivia buat bikin film indie…. mas tau nomer hp atau alamat pak langit yang bisa dihubungi gak mas ? makasih

  7. wulan Says:

    Waw…… aku naksir banget ama novel ini

  8. Rahman Yaasin Hadi Says:

    aku udah cari ke tokobuku-tokobuku jogja tapi gak ada.. aku pengen nghadiahin buat ulang tahun temen ini.. dimana ya?

  9. shavaat Says:

    soalnya sdh ga dicetak lagi kali ya. sudah cari di loak2an gitu, bro?

  10. zontrex Says:

    Bang, Novel nya stok nya masih ada gk di gramedia ?

  11. zontrex Says:

    Mas, msh punya novel Alivia ? Aku butuh Banget….

  12. Bulan Bintang Says:

    novel Alivia skrng ad yg cetakan baru namanya Ratu Kecantikan Harga Sebuah Martabat, keren bngt ceritanya

  13. bayu Says:

    ada link downloadnya ga ya?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: