Kau ingat saat-saat itu?
Saat-saat yang kau bilang tak ‘kan pernah terlupa olehmu
Saat-saat ketika kulihat rona merah di pipimu
Saat-saat ketika dadaku membuncah
Karena benih-benih cinta ini begitu indah
Aku tahu kebahagianmu lebih mencemaskanmu
Kau cemas bahwa kebahagiaan ini
akan hilang darimu
Aku maklum,
karena itu adalah naluri alami
dari makhluk anggun sepertimu
Aku hanya bilang:
”Aku cinta padamu”
Namun tidak kah kau sadar,
apakah makna dari kata-kata itu?
Ataukah kau telah menyadari,
hingga inilah yang membuat hatimu cemas?
Aku sendiri tak yakin mampu,
menanggung beban ucapanku
Ketika aku bilang aku cinta padamu
Maka sejak itulah aku harus rela bahwa kedudukanku
menjadi pemberi, yang tidak mengharap pemberian
Sejak itulah aku harus rela untuk memberikan perhatianku kepadamu
Sejak itulah aku harus rela untuk merawatmu dengan segenap kasih sayangku
Sejak itulah aku harus rela untuk selalu melindungimu
Sejak itulah aku harus rela memberikan kesetiaanku kepadamu
Tapi ini begitu berat, Sayangku
Konsekuensi kata-kataku begitu berat
Aku sendiri tak yakin mampu
Menanggung beban ucapanku
M N Juna Putra
13.00 WIB, Kalimongso, Enam September Dua Ribu Enam
Dibuat di siang hari yang panas; yang sanggup membuat kipas angin nyaris tiada berguna, di sebuah kamar kos sempit, oleh pemuda yang berlagak menjadi seniman





June 28, 2008 at 5:54 pm
*melankolis mode: on*
June 28, 2008 at 6:28 pm
DAMN YOU STOLE MY PERTAMAX!
June 29, 2008 at 9:46 am
brovo…….
kereeeeennnnnn euy…..
hahaha
June 29, 2008 at 11:32 am
kenapa akhir2 ini pada mendadak melankolis??
irvan keknya harus bertanggung jawab!!!
shavaat: he3… Entah, jadi melow begini…
June 30, 2008 at 5:24 am
kata-kata “aku cinta padamu” memang berat…
shavaat: kalaulah diucapkan, semoga tidak kehilangan makna…
July 2, 2008 at 5:41 am
bro..
tak kuduga dirimu bisa mengucap ‘tiga kata’ itu, hehe…
cinta memang berat, seperti naik gunung
love is adventure, like life is..
haha..
_seperti mendapat pembenaran dari tulisan diri sendiri_
shavaat: Puisi itu ga diangkat dari pengalaman Nez, cuma bayang2 saja. Belum diucapin. Belum terjadi (moga2 akan terjadi, h3)
July 2, 2008 at 6:04 am
Katanya sanguis??? mana? kok jadi melow??
hahahaha…:)
shavaat: yah kadang-kadang…
July 2, 2008 at 6:05 am
wahhhh,puisnyai indah ,sederhana tapi sarat makna.
shavaat: sederhana itu indah
July 3, 2008 at 1:20 am
oh gt yah, turut mendoakan deh..
pas baca ini, nez mbayangkan ada di pihak perempuan
krn bagi kami, laki2 adl mkhluk yg paling susah mengungkap perasaan dalam kata2, [benarkah?] bca The Male Brain, Man are from Mars, dkk…
shavaat: mungkin bagi sebagian laki2, karena konsekuensi kata2 itu Nez, jadi nggak diungkapkan perasaannya. Lagipula, apalah artinya kata-kata, yang penting perbuatan, bukan?!
July 4, 2008 at 3:33 am
Kambuhan:)
July 12, 2008 at 5:21 am
blum telat kan klo aQ ikut kasih komen..
Bo : Uje-quw
ga nyangka.. ^_’
ternyata..
aQ blum sepenuhnya kenal kmu kayaknya..
hwahahaha..
salut,je..
keren..
sekali ne lihat kmu jd manusia normal,,hehehe (bcanda,je..)
“setiap orang normal pasti pernah jatuh cinta,ger”
jawabmu atas prtanyaan mas yoyon entah kapan dulu..
-bner ga kata2nya?-
okey,je..
aQ nantikan kenormalanmu brikutnya..
^_^
shavaat: Ya, setiap orang normal pasti pernah merasakannya. Beberapa tahun ke depan, kalau Tuhan mengijinkan, kawanmu ini pasti membuktikan. Yah, mungkin masih seperti sekarang: ga punya pacar, tapi… punya istri, Ger *he2, saya sedikit mual*
July 23, 2008 at 3:33 pm
Salam kenal juga bang.
Looks from tempat ditulisnya , abang sepertinya alumnus STAN yach?
Salam kenal juga dari saya…
Semoga mereka yang mengobral kata2 CINTA, akhirnya benar2 diberi pemahaman bahwa CINTA adalah sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan.
shavaat: Salam kenal juga… Ya, Kalimongso; kawasan kos anak2 STAN
. Tapi belum jadi alumnus sekarang, masih kuliah.
Cinta*aih, lagi2 nulis kata ini*, tentulah ada tanggungjawabnya. Tidak hanya kata saja; kalau hanya demikian, tentulah tiada istimewanya…
July 25, 2008 at 2:16 am
Hahahaha….
Nanti di gunung saja kita bahas…
Itulah mengapa “tiga kata” itu susah sekali keluar…
Tapi kayaknya bakal sering kluar klo dah punya istri nanti, hehehehe…
Jadi inget lagunya Ronan Keating;
“…So I made a promise to myself
To say each day how much she means to me
And avoid that circumstance
Where there’s no second chance to tell her how I feel
…
So tell that someone that you love
Just what you’re thinking of
If tomorrow never comes”
Tp buat istri tentunya…hahaha…
July 25, 2008 at 4:13 am
puisina keren euy
sederhana tapi dalam
August 1, 2008 at 4:46 am
ngucapin 3 kata itu aja emang susah banget Je,,,,,,,
pa lagi konsesekuensinya,,,,
moga peristiwa yang barusan aku alami, menandakan kalo aku memang belum mampu menanggung konsekuensi itu….
Semoga……
sampai mampu…
dan mendapatkan yang terbaik
shavaat: Sabar ya Drek…Begitulah wanita, susah dimengerti. Tapi, seperti kata The Pandal; masih ada 3 miliar 21 di dunia ini, kali saja ntar dapat yang terbaik. Walaupun–saya mengerti–dia satu2nya di dunia ini. Anggaplah belum rejeki, dan belum saatnya…
*eh, Pupus-nya Dewa sudah dihilangin belum dari playlist kompos? Sedih saya mendengarnya. Mending stel Naluri Lelaki-nya Samsons saja, h3*
*SOTOY MODE:ON*
August 8, 2008 at 6:10 am
Bandrex ga ikutan nonton acaranya Pak Mario Teguh di Golden Ways se… Yang tema kmaren Jhe, Power of Love, ahahahaha…
@ Bandrex…
Jika kamu (kita) berbuah lebih baik dari ke hari, maka kebaikan-kebaikan lain akan mengikuti dan semakin mendekati. Contohnya?? Ya…salah satunya calon istri gitu…
Hehehe…smangadz, Drex!!
August 8, 2008 at 7:00 am
Makasih Je….Mas Iyok
cukup sehari kok pupusnya Dewa terdengar di telinga aku
sekarang lagi suka lagunya DaveCoz,,,Togather Again…..semoga jadi penyemangat hidup aku lagi, walaupun aku sudah gak berharap demikian lagi.
semangath!!!!!!
for better life,,,,,,,,,,……..
August 22, 2008 at 1:20 am
“aku cinta padamu” ternyata seberat itu untuk diucapkan ya..
*pengalaman pribadi*
shavaat: mungkin; bila setiap kata2 harus dipertanggungjawabkan..
July 22, 2009 at 8:43 am
ikutan nimbrung…
wah kata-katanya berat ni puisi….
July 24, 2009 at 3:27 am
silakan, dev…
kata2 doang tapi, he3, belum terbukti…